Nama : Muchammad Aziz Gumilar
NPM: 54411608
Kelas : 1ia09
Pendahuluan
Latar Belakang
Ilmu pengetahuan,Teknologi, dan kemiskinan adalah ketiga element yang bisa berhubungan dan dapat memberi dampak ke diri sendiri atau masyarakat luas yang mungkin di permasalahkan adalah "kelanjutannya", kuantitas, harmoni, dan disharmoni.
ilmu pengetahuan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berbicara tentang pengetahuan saja akan menghadapi berbagai masalah, seperti kemampuan kita dalam memahami fakta pengalaman dan realita, hakikat pengetahuan, kebenaran, kebaikan, dan sebagainya.
Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyonsong masa depan, sudah diberi kepercayaan yang mendalam. Dapat mempermudah kegiatan manusia sehari - hari, meskipun mempunyai dampak sosial yang muncul lebih penting daripada kehebatan teknologi tersebut.
Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi dari cita-cita masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera.
Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyonsong masa depan, sudah diberi kepercayaan yang mendalam. Dapat mempermudah kegiatan manusia sehari - hari, meskipun mempunyai dampak sosial yang muncul lebih penting daripada kehebatan teknologi tersebut.
Kemiskinan merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi dari cita-cita masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur serta sejahtera.
Tujuan
maksud dan tujuan saya menulis artikel ini ialah:
- memenuhi tugas Ilmu dasar Sosial
- menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi bisa berhubungan dengan kemiskinan
Teori dan Pembahasan
Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori - teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi.
Ilmu Alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (material saja), atau ilmu psikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yg diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
Kaitan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam peranannya untuk memenuhi kebutuhan insani. Ilmu pengetahuan digunakan untuk mengetahui “apa” sedangkan teknologi mengetahui “bagaimana”. Ilmu pengetahuan sebagai suatu badan pengetahuan sedangkan teknologi sebagai seni yang berhubungan dengan proses produksi, berkaitan dalam suatu sistem yang saling berinteraksi. Teknologi merupakan penerapan ilmu pengetahuan, sementara teknologi mengandung ilmu pengetahuan di dalamnya. Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penerapannya yang membawa malapetaka yang belum pernah dibayangkan. Oleh karena itu, ketika manusia sudah mampu membedakan ilmu pengetahuan dengan etika , maka kita tidak dapat netral dan bersikap netral terhadap penyelidikan ilmiah. Sehingga dalam penerapan atau mengambil keputusan terhadap sikap ilmiah dan teknologi, terlebih dulu mendapat pertimbangan moral dan ajaran agama.
Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian yang dapat dibeda-bedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan dari suatu sistem yang berinteraksi dengan sistem-sistem lain dalam kerangka seperti saja kemiskinan.
Dalam hal kemiskinan , ternyata adalah buatan manusia terhadap manusia lainnya yang timbul dari akibat dan dari struktur politik, ekonomi, teknologi dan sosial buatan manusia pula. Perubahan teknologi yang cepat mengakibatkan kemiskinan, karena mengakibatkan terjadinya perubahan sosial yang fundamental. Sebab kemiskinan diantaranya disebabkan oleh struktur ekonomi, dalam hal ini pola relasi antara manusia dengan sumber daya alam, hasil produksi dan mekanisme pasar. Kesemuanya merupakan sub sistem dari sistem kemasyarakatan.Termasuk didalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Contohnya, rata-rata orang yang hidup di bawah garis kemiskinan belum dapat membaca maupun menulis atau rendahnya tingkat pendidikan. Sedangkan salah satu cara memberantas kemiskinan adalah dengan ilmu pengetahuan. Cuma di masyarakat terkadang masih ada yang pakai cara lama untuk menangani masalah - masalah yang di hadapi yang hasilnya kurang efektif di masa sekarang , bisa menambah dampak buruk bagi diri sendiri padahal menuntut ilmu itu di wajibkan oleh agama. Dengan dapat membaca dan menulis, seorang pemulung sampah bisa berkesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan banyak uang. Dengan ilmu pengetahuan, dapat merubah seorang pengamen untuk berpikir dan memulai membuka suatu usaha/wirausaha/enterpreneur.
A. Kesimpulan
- Ilmu Pengetahuan adalah usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia.Hasilnya dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan objektif.
- Teknologi adalah pemanfaatan ilmu yang di terapkan untuk memecahkan proble dengan cara mengerahkan semua alat yang sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan nilai - nilai yang ada.
- Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
- Ilmu pengetahuan, teknologi bisa memerangi kemiskinan siapa saja yang bisa menguasai IPTEK maka ia akan bisa maju dan berkembang di era globalisasi sekarang .Sedangkan yang tidak maka akan tertinggal jauh dengan yang sudah paham tentang IPTEK karena dengan ilmu pengetahuan kita bisa membuat diri sendiri jauh lebih baik daripada yang masih menggunakan cara lama yang sudah tidak efisien lagi di saat sekarang.
mohon maaf apabila banyak salah-salah kata dari saya semoga tulisan ini menjadi berguna buat anda
sumber:
http://id.wikipedia.org
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/mkdu_isd/bab8-ilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdfilmu_pengetahuan_teknologi_dan_kemiskinan.pdf
http://tulisanali.wordpress.com/2011/06/22/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/